BeritaGameInternet

Kecanduan Game, Seorang Anak SD Bolos Sekolah 3 Bulan Demi Free Fire dan Mobile Legends

Kejadian ini terjadi di daerah Magetan, Jawa Timur

Seorang anak di Magetan Jawa Timur, mendadak viral setelah diberitakan tak pernah masuk sekolah selama 3 bulan lebih. Anak itu, diketahui berinisial (AD) 12 tahun yang saat ini tengah duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar, diketahui jika anak ini tinggal bersama kakek dan neneknya.

Dari informasi yang kami rangkum dari Kompas, AD ini sudah tidak masuk sejak Agustus 2019 silam menurut sang kepala sekolah dari tempat AD mengenyam pendidikan. Kepala sekolah tersebut berujar, jika selama ini mereka telah berupaya untuk membujuk AD agar mau kembali bersekolah, mengingat saat ini dia tengah berada di kelas 6 SD yang sebentar lagi akan mengikuti Ujian Akhir.

Saat ini AD tinggal bersama kakek dan neneknya, hal ini disebabkan karena orang tua dari AD tengah bekerja mencari nafkah diluar pulau Jawa, tepatnya di Kalimantan. Disana orang tua AD mencari nafkah dengan cara menjadi penjual bakso.

Saat ditanya mengenai orang tuanya, AD berkata jika sudah 5 tahun orang tuanya tak pulang, selama ini kedua orang tua dari AD berkomunikasi denganya melalui video call atau telfon saja.

”Sudah 5 tahun belum pulang. Paling ditelepon,” kata AD

Dia juga berkata, jika mulai setengah tahun lalu ia kecanduan Game Online sejak ia mempunyai ponsel Android. Setelah mempunyai ponsel itu, AD kemudian mencari game peperangan yang ia sukai di Play Store, dan mulai memainkan game-game tersebut hingga menjadi kecanduan.

Saat ditanya mengenai game apa yang dia mainkan, AD berkata jika dia memainkan game Mobile Legends dan Free Fire di ponsel android miliknya.

“Pertama main Mobile Legend, sampai sekarang masih main. Kalau sekarang suka main Free Fire,” kata AD sebagaimana dikutip Terastekno dari Kompas, Rabu (21/11/2019).

Baca Juga  Maskapai United Airlines Luncurkan Pesawat Bertemakan Star Wars

Pada awal kecanduan bermain game, ia mengatakan jika hanya berani membolos selama dua hari saja, namun lama-kelama’an, karena membutuhkan lebih banyak waktu untuk menaikan peringkat, akhirnya ia memutuskan untuk membolos sekolah lebih lama.

Selain itu, dia juga lebih suka begadang dalam bermain game, menurutnya koneksi dimalam hari lebih stabil dan bagus ketimbang siang hari, tak hanya begadang semata, dirinya juga menjadi jarang keluar dari rumahnya, bahkan ia cenderung mengunci diri didalam kamar tidurnya ditemani dengan kuota, charger dan ponsel Android.

AD berkata, setiap hari ia akan mengabiskan uang sebanyak Rp 27 ribu untuk keperluan membeli kuota, untuk mendapatkan uang tersebut, ia meminta kepada nenek dan kakeknya.

Saat ini, AD dikabarkan sudah mulai kembali bersekolah seperti biasa, namun walaupun begitu pihak sekolah masih melakukan pemantauan terhadap AD. Tak hanya pihak sekolah saja, namun dinas pendidikan Magetan juga melakukan pendampingan secara konseling dan psikologi agar AD bisa terbebas dari ketagihanya terhadap Game Online.

Kejadian ketagihan game online seperti yang dialami AD bukanlah hal yang jarang terjadi, karena kasus-kasus sebelumnya sudah banyak menimpa orang-orang didunia ini, terutama menyerang para anak muda yang gemar bermain game. Badan kesehatan dunia atau biasa disebut WHO bahkan menyatakan jika kecanduan game adalah sebuah penyakit mental, WHO memberinya nama Gaming Disorder.

WHO menyebut, Gaming Disorder dapat dideteksi setelah orang tersebut menaruh perhatian yang lebih kepada aktifitas bermain Game daripada aktivitas lain seperti bekerja, berolahraga, atau bersosial dengan masyarakat sekitar

Untuk informasi lengkap mengenai Gaming Disorder, kalian bisa membacanya melalui klik disini atau artikel berbahasa Indonesia yang dikeluarkan Kemenkes melalui klik disini.

Baca Juga  Tak Ada Cash? Santai Saja Pengemis Di China Kini Juga Terima Transaksi Non-Tunai

 

Sumber berita : Kompas

Tags
Back to top button
Close
Close